Warga Panorama Serpong menjadi Runner Up Abang Nona Tangerang Selatan 2017

Alhamdulillah, satu kabar baik yang membahagiakan warga Panorama Serpong datang tadi pagi dini hari di Universitas Terbuka Pondok Cabe. Salah satu putri warga Panser, putri pertama dari Ketua DKM Al Ikhlas Pak Suradi, yaitu Neng Lulu, berhasil meraih gelar Wakil Pertama Abang Nona TangSel 2017.

Berikut ini adalah foto ananda Lulu yang turut mengharumkan nama baik Panser dan menjadi inspirasi remaja lainnya.

20171028-IMG_0409

Semoga Ananda Lulu bisa terus menjadi contoh generasi muda yang produktif, bermanfaat bagi sesama, dan terus mencari ilmu agar bisa menjadi ladang ibadah dunia dan akhirat.

Berikut ini adalah daftar lengkap para peserta Abang Nona TangSel 2017:

1. Faiz Ramadhan, 22th, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta – Sistem Informasi.

2. Bella Hena Samira, 16th, SMA Islam Al- Azhar BSD.

3. Al Huda, 21th, Universitas Pancasila – Ilmu Komunikasi.

4. Anggita Kusuma Dewi, 20th, Universitas Pembangunan Jaya – Management.

5. Agung Akbar P. B, 19th, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta – Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

6. Grace Catherine S. P, 20th, School of Tarakanita – Sekretaris.

7. Alif Daffa Satria D, 22th, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta – Hubungan Internasional.

8. Alicia Agustiani, 19th, Universitas Pamulang – Management.

9. Hendra Gunawan, 21th, Institut Teknologi Indonesia – Teknologi Pangan.

10. Yosephine Lidwina, 23th, Universitas Katolik Indonesia Atmajaya – Lulusan Teknobiologi.

11. Rizki Ramadheni, 22th, Univeristas Brawijaya Malang – Ilmu Politik.

12. Luluk Latifa Ayu L, 23th, Univeristas Indonesia – Lulusan Kedokteran Gigi.

13. Fakhri Misbah F, 22th, Universitas Bung Karno – Ilmu Komunikasi.

14. Rifda Shifa Nadia, 21th, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta – Hubungan Internasional.

15. Fadil Akbar, 21th, Universitas Muhammadiyah Jakarta – Ilmu Komunikasi.

16. Verona Avilia Harrison, 19th, Universitas Pelita Harapan – Psikologi.

17. Yoga Alden Rezaldi, 21th, Universitas Negeri Jakarta – Teknologi Pendidikan.

18. Tiffani Irene D. B, 22th, Universitas Katolik Indonesia Atmajaya – Akuntansi.

19. Reyga Jelindo, 22th, Universitas Sriwijaya – Lulusan Ilmu Hukum.

20. Tamara Rizka Bella, 21th, Institut Pertanian Bogor – Lulusan Manajemen Agribisnis.

21. Bayu Putra Ananda, 19th, Lulusan SMA N 1 Kota Tangerang Selatan.

22. Salsabila, 21th, Universitas Mercu Buana Jakarta – Lulusan Public Relations.

Berikut ini adalah pemenang pertama Abang Nona TangSel 2017:

20171028-IMG_0433

Selamat menikmati foto para finalis dan pemenang kategori lainnya:

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Para dewan juri dan pembawa acara:

Kedua orang tua ananda Lulu:

Para supporter yang setia menunggu:

Sambil menunggu keputusan dewan juri, Mas Kunto Aji menghibur dengan suaranya yang merdu:

Iklan

Touring Brigade Panser 06

Pada tanggal 14 dan 15 Oktober lalu, pasukan touring Brigade Panser (Panorama Serpong RW) 06, memulai misi perdananya ke Gunung Picung di daerah Bogor. Selain sebagai ajang silaturahim antarwarga, acara ini juga dimanfaatkan untuk berdiskusi sesama anggota DKM selain memuaskan hobi bersepeda motor secara berjamaah.

Kami menginap di sebuah saung dekat air panas dengan makanan yang sederhana namun teramat sangat sedap yang disiapkan oleh pemilik warung. Selamat kepada tim panitia yang berhasil mewujudkan acara ini. Terakhir, sebelum pulang kami bersilaturahim ke rumah Khobil di daerah Jasinga.

Berikut ini adalah sebagian dokumentasi acara yang berlangsung seru.

Sampai jumpa pada touring selanjutnya!

Open House Desain Rumah

Assalamualaikum, Selamat pagi….

Kami dari Design n Build CnB…..

Mengundang bapak ibu untuk datang ke acara open house proyek kami, yang terletak di perum panser Blok A2 no 10……

dimana proyek kami ini, mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi dan refrensi dari segi desain dan kualitas bangunan, bagi bapak dan ibu yang akan merencanakan pembangunan rumah baru atau pun renovasi……

Terima kasih, wassalam. 🙏🏼

Sholat Iedul Adha 1438H Berjamaah di Panorama Serpong

Alhamdulillah tadi pagi telah diselenggarakan sholat berjamaah di Bundaran Panorama Serpong. Ustad Drs. KH. Arif Rahman Hakim, M.A. yang bertindak sebagai Khatib mengingatkan kita akan ketakwaan Nabiullah Ibrahim AS dan keihklasan putranya Nabiullah Ismail AS. Semoga kita semua bisa meneladani sifat-sifat mereka yang hanif dan penuh ketakwaan kepada Allah SWT.

ied-40

Pak H. Suradi Ridho sebagai ketua DKM mengajak seluruh warga untuk ikut membantu pembangunan masjid Al Ikhlas dalam merenovasi toilet. Janji Allah bagi mereka yang membantu proses pembangunan masjid adalah rumah di surga kelak.

ied-19

Seperti biasa Pak Ustad Tedi memberikan cara-cara tata pelaksanaan sholat Iedul Adha sebelum sholat dimulai.

ied-30.jpg

Berikut adalah dokumentasi kegiatan sholat Ied yang diikuti dengan proses penyembelihan hewan qurban sebanyak 4 ekor sapi dan 32 ekor kambing. Selamat kepada tim panitia qurban yang dikomandoi oleh Pak Ihsan dan seluruh jajaran pengurus DKM Masjid Al Ikhlas.

 

ied-3.jpg

 

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Setelah sholat warga juga diundang untuk sarapan bersama di rumah Pak Dedi.

Sholat Iedul Fitri 1438H

Alhamdulillah, kemarin warga Panorama Serpong yang belum atau tidak mudik menyempatkan diri untuk sholat berjamaah di Masjid Al Ikhlas.

Ustad Agus Lukman dalam khutbahnya berpesan agar setelah Ramadan berlalu, aktivitas ibadah tetap ditingkatkan. Ramadan adalah bulan pelatihan, bulan setelahnya harus menjadi implementasi apa yang telah dilakukan selama Ramadan, bahkan harus lebih baik lagi.

Berikut ini adalah dokumentasi dari sholat berjamah ini.

Segenap jajaran warga Panser mengucapkan :

Img4

Taqabalallahu mina wa minkum!

 

Hikmah Ramadan: DUA HAL YANG TIDAK AKAN TERKUMPUL DALAM DIRI ORANG MUNAFIK

Diceritakan oleh Ustad Ali Hudaibi dalam safari ramadan ke Toronton, Canada.

Suatu malam selepas mengimami salat Isya, tidak biasanya Imam berdoa yang isinya tentang adab dan akhlak. Inti dari doa tersebut adalah permohonan agar Allah berkenan membaguskan akhlak-akhlak kita, akhlak anak cucu kita, akhlak murid-murid kita, dan seterusnya.

Selama kami bertugas, kami tidak pernah mendengar doa tersebut. Kami menduga bahwa telah terjadi sesuatu pada beliau. Ternyata benar dugaan kami, selepas doa beliau bercerita, bahwa beliau telah diundang dalam buka puasa bersama di suatu tempat, dimana hadir juga di sana para imam dan tokoh masyarakat.

Ketika sedang khusuk menunggu waktu buka, tiba-tiba terdengar suara teriakkan dari belakang, ‘azan..azan..ayookk azan sudah masuk waktunya nihhh, dengan suara sangat lantang.’ Padahal semua tahu waktu azan belum masuk. Tapi ia terus mengulangi teriakkannya tanpa mengindahkan hadirnya para tokoh di sana.

Kejadian seperti ini tentu tidak elok bila terjadi pada orang yang mengeyam pendidikkan. Kalau pun benar sudah masuk waktu Magrib atau waktu buka puasa, tak perlu pula teriak-teriak.

Teringat satu hadis riwayat Imam al-Tirmidzi dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda: “Dua hal yang tidak akan terkumpul dalam diri orang munafik; perangai yang baik (husnu samtin) dan pemahaman terhadap agama (fiqhun fi al-Din).” (HR. al-Tirmidzi).

Tulisan ini bukan dalam rangka atau sedang menuduh siapapun, tapi sebagai pengingat bahwa adab atau akhlak itu sangat penting dan perlu dimiliki serta dilakukan oleh setiap orang.

Kita bisa meneladani bagaimana misalnya para sahabat tidak meninggikan suara ketika sedang berbicara dengan Rasulullah. Ketika bertemu, mereka mencium tangan Rasulullah dengan tawadhu. Ketika berjalan, mereka tidak berjalan di depan Rasulullah.

Dari sini kemudian Imam Malik berkata: “Adab harus didahulukan dari ilmu. Karena adab inilah yang membuat seorang murid mudah menerima ilmu dari guru-gurunya. Selain itu, adab akan membuat orang yang berilmu semakin harum wanginya.”

Sebagai bagian dari pengamalan atas nasihatnya tersebut, Imam Malik senantiasa membuka sandalnya ketika memasuki kota Madinah. Para murid bertanya, “Wahai Imam, apakah yang membuatmu melepas sandal ketika memasuki kota Madinah?”

Beliau menjawab, “Bagaimana mungkin aku mengenakan sandal saat menjejakkan kaki di bumi yang di dalamnya bersemayam jasad manusia paling mulia, Nabi Agung Panutan Semesta, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam?”

BERSAMBUNG …

 

 

Buka Bersama dan Pemberian Santunan Anak Yatim

Minggu lalu Warga Panser dan para pengurus Masjid Al Ikhlas mengadakan acara buka puasa bersama dan pemberian santuanan kepada anak yatim dan janda dhuafa.

Data Santunan Yatim sebagai berikut :

1. Yatim Pocis + LUK = 30 orang
2. Yatim Buaran = 38 orang
3. Yatim Yayasan Griya Permata Pamulang = 14 orang
4. Yatim Binaan Bunda Eva = 10 Orang
5. Janda tua dhuafa Gang Kembang = 7 orang

Tauziah disampaikan oleh Ustad Turmudzi yang mengingatkan akan manfaat sedekah dan menyayangi anak yatim.

“Aku dan pemeliharaan anak yatim, akan berada di syurga kelak”, sambil mengisyaratkan dan mensejajarkan kedua jari tengah dan telunjuknya, demikianlah sabda Baginda SAW. (H.R. Bukhari)

“Perumpamaan (nafkah yang di keluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah Adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir, seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” ( Al Baqarah : 261 )

 

Komunitas Muslim Indonesia di Toronto

Pertama kali kami berkunjung ke Toronto tahun 2016 lalu, kami dipertemukan oleh Imam Sayeda Khadija Centre Prof. Dr. Hamid Slimi dengan komunitas muslim Indonesia yang tinggal di kota ini. 
Kesempatan baik ini tentu kami manfaatkan untuk menjalin tali silaturahim plus menanyakan tentang berbagai keadaan masyarakat muslim di kota ini termasuk muslim Indonesia.

Dari data yang kami peroleh, ada sekitar 500 muslim Indonesia yang tinggal di kota ini. Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia dengan beragam profesi dan keahlian.

Mereka orang-orang pilihan, seru salah seorang warga Indonesia yang sudah lama di Toronto. Karena dari sekian banyak orang Indonesia yang ingin bekerja atau belajar di kota ini hanya merekalah yang ditakdirkan sampai ke kota ini. Ini patut disyukuri.

Di kota ini mereka membuat satu komunitas muslim Indonesia yang mereka namakan MIIT (Masyarakat Islam Indonesia di Toronto). 
Komunitas ini mengawali kegiatannya dengan mengadakan pengajian bulanan dari rumah ke rumah warga Indonesia di Toronto dan sekitarnya.

Semakin lama komunitas ini semakin banyak, maka diputuskanlah pengajian rutin itu dilakukan di KJRI Toronto hingga sekarang karena tempat yang tidak memungkinkan lagi bila dilakukan di rumah-rumah warga Indonesia. 


Selain pengajian rutin, MIIT juga mengadakan kegiatan sosial seperti family walk, piknik, camping, pengajian anak anak, olah raga bersama keluarga, auto workshop, entrepreneur workshop, sepeda bersama keluarga, dan bazar.


Kegiatan sosial tersebut ditujukan untuk memperat tali silaturahim dan memperkokoh persatuan umat Islam Indonesia di Toronto sekaligus untuk memberikan dan mengajarkan budaya Indonesia kepada anak anak.


Kegiatan yang relatif baru adalah muktamar dan youth retreat. Kedepan MIIT berencana membuka MIIT Centre untuk mengakomodasi seluruh kegiatan dan program tahunan MIIT. Gedung ini juga akan menjadi cikal bakal masjid Indonesia di Toronto. InsyaAllah.


Kepengurusan MIIT dipilih secara musyawarah atas asas kebersamaan dan semata untuk mencari ridha Allah. Kepengurusan yang sekarang (tahun 2017) di bawah: Bpk. Abul Siregar (ketua). Bpk. Bona Murti (wakil ketua). Bpk. Didien Koentjoro (sekertaris). Dan Ibu Sita Purwitasari (bendaraha).

Selama kami bertugas di Sayeda Khadija Centre, kami pun beberapa kali mengisi pengajian yang diadakan oleh MIIT. Harapan kami kedepan semoga MIIT semakin berkembang dan dengan kekompakkan anggotanya bisa mewujudkan MIIT Centre yang kemudian menjadi cikal bakal berdirinya masjid Indonesia di Toronto. Amin.

Bukber


BERSAMBUNG ….
Diceritakan oleh Ustad Ali Hudaibi dalam safari ramadhan beliau ke Toronto Canada.

Mutiara Ramadhan : PENCAK SILAT DI BUMI MAPLE

Beberapa saat sebelum keberangkatan ke Bumi Maple Kanada, kami kedatangan seorang tamu ahli silat dari Bogor JABAR bernama Pak Ujang. Di dunia persilatan Indonesia nama Pak Ujang ini mungkin tak asing lagi. Ia masternya dibidang seni beladiri ini. Karena semua sabuk konon sudah diperolehnya hingga akhir. 
Kepada kami, Pak Ujang banyak bercerita tentang dunia silat. Ia bercerita bagaimana organisasi silat di Indonesia IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia), lalu organisasi yang mewadahi federasi-federasi pencak silat di berbagai negara yang dikenal dengan PERSILAT (Persekutuan Pencak Silat Antara Bangsa), hingga adanya pengaruh budaya Cina, agama Hindu, Budha, dan Islam dalam pencak silat.

Bersama Pak Didin Kuntjoro pelatih Silat di Sayeda Khadeja Center


Lalu tentang aliran silat yang khas dimiliki setiap daerah di Indonesia. Di Jawa Barat misalnya terkenal dengan aliran Cimande, di Jawa Tengah terkenal dengan aliran Merpati Putih, di Jawa Timur terkenal dengan aliran Perisai Diri. Lalu aliran silat yang dimiliki organisasi-organisasi besar seperti NU (Nahdhatul Ulama) dengan aliran PAGAR NUSA, MUHAMMADIYAH dengan aliran TAPAK SUCI, dan sebagainya.

Terakhir ia mengatakan: “Silat yang merupakan seni bela diri asli Indonesia ini adalah seni bela diri yang paling mematikan di dunia. Bila diurutkan, silat menempati ranking pertama diantara seni bela diri yang lain seperti Kung Fu, Karate, Taekwondo, Muang Thai, Jiu Jitsu, Capoeira, Kick Boxing, Wushu, Hapkido, Aikido, Judo, Gulat, Tinju, dan sebagainya.”

Di Kanada, kami pun dipertemukan dengan salah satu warga MIIT Kanada (Masyarakat Islam Indonesia Toronto Kanada) bernama Pak Didin Kuntjoro berasal dari Malang JATIM yang juga menggeluti seni bela diri ini. Bahkan disela-sela kesibukkannya, Pak Didin mau menularkan ilmu silatnya di Sayeda Khadija Centre dan lembaga-lembaga lain di sini. Ini menarik bagi kami, karena seni bela diri khas Indonesia ini bisa dikenal oleh masyarakat di sini. Pa Didin mensyaratkan siswa yang belajar silat kepadanya harus beragama Islam.
Selain itu, Imam Sayeda Khadija Centre, Prof. Dr. Hamid Slimi ternyata juga sangat hobi dengan seni bela diri khas Indonesia ini. Bahkan berencana membuka sekolah khusus pencak silat di sini. Ia selalu mengatakan di sela-sela ceramahnya: “Orang Islam itu harus baik otaknya (cara berpikirnya), bagus hatinya (spritualnya), dan sehat badannya.”

Bagi kami, bila perlu silat ini tidak sekedar dijadikan olah raga, atau seni beladiri, atau ajang atraksi saja, tapi diniatkan untuk perjuangan menegakkan ajaran Allah di muka bumi ini. Bila Nabi memerintahkan umatnya agar belajar memanah dan berkuda tidak lain dan tidak bukan agar musuh-musuh Allah menjadi gentar, maka sama halnya dengan silat bila diniatkan untuk berjuang di jalan-Nya.

Bila sewaktu-waktu seni bela diri ini dibutuhkan untuk menghadapi musuh-musuh Allah, maka kaum muslimin sudah siap dengan amunisinya tersebut. Berjuang menegakkan ajaran Allah itu wajib, maka amunisi untuk menegakkan perjuangan tersebut pun menjadi wajib.
Perhatikan firman Allah:

وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تُظْلَمُونَ.

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).” (QS. Al-Anfal (8): 60).

RUMAH-RUMAH DI KANADA (04/O6/2017)

Beberapa kali kami diundang buka bersama oleh warga MIIT Kanada (Masyarakat Islam Indonesia Toronto Kanada) dan kami perhatikan setiap rumah yang hampir sama karakternya.

Bukber di rumah Mas Indra dan Mbak Desy


1. Setiap rumah pasti memiliki basement atau ruangan di bawah permukaan tanah. Ketika kami tanyakan kenapa semua rumah di sini ada basementnya? Mereka menjawab, kegunaannya banyak, bisa untuk gudang, untuk istirahat, untuk salat berjamaah, untuk mencuci pakaian, bila ada angin puting beliung bisa untuk berlindung, dan seterusnya.  

2 Kloset kering tidak seperti kloset-kloset di Indonesia yang basah. Bagi yang tidak terbiasa atau pertama kali menggunakan kloset kering pasti akan merasakan kesulitan dan tidak nyaman.

3. Bangunan di dalam (interior) rumah bukan dari beton tapi dari kayu yang di cat seperti beton. Hanya luarnya (eksterior) saja yang dilapisi beton. 

4. Setiap kamar mandi, kloset, dan wastafel dilengkapi dengan air dingin dan air panas. Semua ini rata di semua rumah di Kanada dan menjadi standar rumah-rumah di sini.

5. Setiap malam semua penghuni rumah pasti mematikan seluruh lampu rumahnya baik yang di dalam maupun yang di luar. Tapi kalau ada orang atau hewan lewat di depan rumah tersebut otomatis lampu luar rumah menyala. Ketika kami tanyakan kenapa semua rumah dimatikan? Minimal kan lampu luar tidak? Mereka menjawab, untuk menghemat listrik dan keamanan di sini memang terjamin.

Informasi ini sengaja kami tulis agar kami tidak begitu saja melupakan perjalanan kami di sini. Syukur-syukur menjadi informasi bermanfaat bagi rekan-rekan kami di Indonesia khususnya yang ingin membangun rumah seperti rumah-rumah di Kanada.

Bukber di rumah Pak Rudi dan Bu Annisa


Demikian cerita kami kali ini semoga bermanfaat. 

BERSAMBUNG …